1/1794 ــ عن ابنِ عُمَرَ رضي الله عنهما قَالَ: نهىٰ رَسُولُ الله صلى الله عليه وسلم أن يُسافَرَ بالقُرْآنِ إلىٰ أرْضِ العَدُوِّ. متفقٌ عليه.
1794/1 - Ibn ‘Umar (may Allah be pleased with him and his father) reported: “The Messenger of Allah (may Allah’s peace and blessings be upon him) forbade that a person should take a copy of the Qur’an to the land of the enemies.” [Narrated by Al-Bukhāri and Muslim]
1/1794- Ibnu Umar -raḍiyallāhu 'anhumā- berkata, "Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- melarang membawa Al-Qur`ān dalam perjalanan ke negeri musuh." (Muttafaq 'Alaih)
1) لا يجوز للإنسان أن يسافر بالمصحف إلىٰ بلاد الكفار إذا خشي إهانته من قبلهم، أما مع إمكان حفظه فلا إشكال في جواز ذلك بل قد يكون مستحباً أو واجباً.
1) It is not permissible for a Muslim to take a copy of the Qur’an to the land of disbelievers, lest they may desecrate it. But if he can preserve it, then there is nothing wrong with taking it; it may even be recommended or obligatory.
1) Seseorang tidak boleh melakukan perjalanan ke negeri orang kafir dengan membawa mushaf bila dikhawatirkan mereka akan menghinakannya. Adapun jika bisa dijaga, maka tidak ada masalah tentang kebolehannya, bahkan bisa jadi disunahkan atau wajib.
2) وجوب تعظيم كتاب الله، وحفظه من الأدناس المادية والمعنوية، لأنه كلام الله _عز وجل_. {فِي صُحُف مُّكَرَّمَة * مَّرفُوعَة مُّطَهَّرَةِ}.
2) It is obligatory to respect the Qur’an and protect it from physical and moral filth, for it is the speech of Allah Almighty. {On venerable pages, exalted and purified.}
2) Kewajiban mengagungkan Kitab Allah dan menjaganya dari kotoran yang bersifat fisik dan non fisik, karena Kitab Allah adalah kalam Allah -'Azza wa Jalla-; "Di dalam kitab yang dimuliakan, yang ditinggikan nan disucikan." (QS. 'Abasa: 13-14)