Terjemahan yang Berlaku English عربي

202- BAB SALAT SUNAH SEBELUM DAN SESUDAH ISYA

Dalam bab ini terdapat hadis Ibnu Umar yang telah disebutkan sebelumnya, "Aku pernah mengerjakan salat bersama Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- dua rakaat setelah Isya." Juga hadis Abdullah bin Mugaffal, "Di antara setiap dua azan ada salat." (Muttafaq 'Alaih, sebagaimana yang telah lalu).

Pelajaran dari Hadis:

1) Salat sunah sebelum Isya bukan sunah rawatib, tetapi masuk dalam keumuman hadis Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam-: "Di antara setiap dua azan ada salat (sunah)."

2) Salat sunah setelah Isya adalah rawatib.

Faedah Tambahan:

Rangkuman lengkap untuk salat-salat sunah:

Hadis-hadis yang terdahulu mengandung penjelasan tentang salat-salat sunah yang disunahkan bagi hamba untuk merutinkannya secara terus-menerus, yaitu:

1) Subuh; memiliki rawatib qabliyyah dan tidak memiliki rawatib ba'diyyah.

2) Zuhur; memiliki rawatib qabliyyah dan ba'diyyah.

3) Asar; tidak memiliki rawatib qabliyyah dan ba'diyyah, tetapi memiliki salat sunah sebelumnya, dan kadang-kadang boleh sesudahnya.

4) Magrib; memiliki rawatib ba'diyyah, adapun sebelumnya maka hukumnya sunah saja, bukan rawatib.

5) Isya; memiliki rawatib ba'diyyah, adapun sebelumnya maka hukumnya sunah bukan rawatib.

Peringatan:

Salat sunah setelah Asar disyariatkan berdasarkan hadis Aisyah -raḍiyallāhu 'anhā- dalam Aṣ-Ṣaḥīḥ, dia berkata, "Ada dua rakaat yang tidak pernah ditinggalkan oleh Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- ketika sendiri maupun ramai: dua rakaat sebelum salat Subuh dan dua rakaat setelah salat Asar." (HR. Bukhari dan Muslim)

Hanya saja salat sunah ini disyaratkan dengan dilakukan secara kadang-kadang saja, berdasarkan keumuman yang telah diketahui tentang larangan Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- dari mengerjakan salat setelah Asar hingga terbenam matahari.